Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu, bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati
Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu,
Ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat
Terkadang malaikat tak bersayap
Tak cemerlang
Tak rupawan
Namun kasih ini silahkan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya
Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan
Untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi, siap untuk diuji
Ku percaya diri
Cintakulah yang sejati. . .
Kau selalu meminta
Terus ku temani
Engkau slalu bercanda
Andai wajahku diganti
Melarang ku pergi
Karna tak sanggup sendiri…
Tak ada yang tahu
aku selalu mengenang satu babak terindah tiap aku mendengar lagu ini dan
meresapinya dalam-dalam. Tak ada seorang pun yang tahu persis apakah aku masih
menyimpan sesuatu yang paling mendasar dalam hidup ini. –Tentang kau dan sebuah
perasaan-. Entah apa yang masih bisa kuutarakan dengan lisan. Nampaknya nyaris
tidak ada. Karena, dengan penantian dan kesendirian tak berujung, sudah
membuktikan bahwa aku masih ingin seperti dulu.
Sedangkan kau tak
pernah tahu apapun yang aku rasakan disini. Ditempat , dimana beribu kilometer
dari tempatmu yang membentang jauh memisahkan tawa yang dulu pernah tercipta
antara kau dan aku. Aku tak akan pernah bisa melupakan. Walau kini, selama
bertahun-tahun lamanya, aku tak tahu dimana kau berpijak.
Aku hanya ingin
kau tahu, aku masih seperti dulu. Mencintai berulang kali orang yang sama. Kau.
Tak ada yang mampu menggantikan. Sesempurna apapun. Entah sampai kapan cerita
tentangmu akan berakhir tamat. Akan mempermudah kembali aku bertahan tanpa
merindukanmu sedalam ini. Membuatku kembali tersenyum dengan tapak langkahmu
yang nyata, tidak hanya dengan bayanganmu yang sebentar saja lenyap. Hilang
tanpa sisa.
TERNYATA AKU MASIH
MERINDUKANMU.

0 komentar:
Posting Komentar