skip to main | skip to sidebar

Merci beaucoup!

Feedjit

About me

Foto Saya
Ms. Avenue
I am an avid reader.
Lihat profil lengkapku

Archivo del blog

  • ▼ 2012 (38)
    • ► Juli (13)
    • ▼ Juni (10)
      • Sweetest
      • Unnamed Feeling
      • Aku kangen SATU SMA
      • Ms.Slordig (´._.`)\('́⌣'̀ )
      • Future *Lalalala.
      • Just wanna cry. And i do not know why...(⌣́_⌣̀٥)
      • Greatest things, let`s called Friendship.
      • ~neep~
      • Avenue :)
      • Aku jatuh hati
    • ► April (15)

Pages

  • Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
Ms. Avenue
I am an avid reader.
Lihat profil lengkapku

Followers

Blog Archive

  • ▼ 2012 (38)
    • ► Juli (13)
    • ▼ Juni (10)
      • Sweetest
      • Unnamed Feeling
      • Aku kangen SATU SMA
      • Ms.Slordig (´._.`)\('́⌣'̀ )
      • Future *Lalalala.
      • Just wanna cry. And i do not know why...(⌣́_⌣̀٥)
      • Greatest things, let`s called Friendship.
      • ~neep~
      • Avenue :)
      • Aku jatuh hati
    • ► April (15)

Lencana Facebook

Fifth Avenue

Buat Lencana Anda

Haniv`s Path

Someday, i will be standing in da right Avenue

Sweetest

Sabtu, 30 Juni 2012


Belakangan ini saya jadi keranjingan lihat foto-fotonya Mario Maurer & Pimchanok Lerwisetpibol yang ampuuun. *sosweetsekalee...
Dibekali rasa sebel karena film yang dibintangi mereka berdua, A crazy little thing called LOVE ini sempat membikin saya termehek-mehek sama film tersebut.*sampai sekarang. Tapi entah lari kemana file film itu di laptop saya *argh. 
Jadi saya cuma bisa memosting foto dan cuplikan adegan + percakapan yang   ~(˘▾˘)~  bikin saya speechless. 
Nam yang jatuh cinta diam-diam pada P`SHONE
cinta Nam tanpa syarat
P`nam dan P`shone berbincang

P`top mengatakan cinta pada P`nam. Lalu P`shone? :`)
P`shone diam-diam pula mencintai P`nam
P`nam mengatakan cinta di hari kelulusan

Gara-gara koneksinya beuuud lambannya, jadilah saya memosting dalam tulisan saja adegan berikutnya
setelah P`nam mengatakan cinta pada P`shone. Yaah, saya lupa-lupa ingat, yang jelas, P`nam sedih mati-matian sampai jebur kolam di belakangnya, gara-gara lihat apanya P`pin gitu di coretan seragamnya P`shone. *Omaigatっ °Д °;) Kasihan sekali P`nam. Nggak ngebayangin beneran deh jadi dia gimana. *Maaf,lebay saya kumat.
Diakhir cerita kisah happy ending ini, air mata saya bercucuran deras. P`shone akhirnya meminang P`nam dihadapan khalayak .
Beginilah sekiranya percakapan dua insan yang so sweetnya gila sekali ini :
P`nam : "Have you been married?"
P`shone : "Um..., i have,"
P`nam : -HENING-
P`shone : " I have been waiting for someone to come back from the US."
P`nam : -HENING-TERKESIAP-MENANGIS TERHARU.

Jiaaahahaa.. so sweet kan saudara/i ? Saya sampai turut terharu membayangkan saya menjadi P`nam di posisi dia tsb. Memendam cinta pertama selama tiga tahun lamanya, mengungkapkan di hari kelulusan, dipinang sama cinta pertamanya. :) Hahaha. So sweet gila.

Saya izin menyeka air mata saya dulu. *Tapi boong˘⌣˘.

Diposting oleh Ms. Avenue di 23.52 0 komentar  

Unnamed Feeling

Jumat, 29 Juni 2012

Unnamed Feeling @Fifth Avenue
Bagaimana bisa kunamai perasaan ini?
Jika datangnya selalu bertubi-tubi tanpa bisa ku antisipasi.
Bagaimana bisa kunamai perasaan ini?
Jika jarak transparan yang membentang antara kita ada tanpa spasi.
Bagaimana bisa kunamai perasaan ini?
Jika hanya sedetik kau datang, sedetik kemudian kau pergi.
Bagaimana bisa kunamai perasaan ini?
Jika hanya aku yang dapat merasakan tanpa mampu kubagi.
Bagaimana bisa kunamai perasaan ini?
Jika hanya penantian dan melupakan adalah satu-satunya jawaban.


Dan bagaimana bisa kunamai perasaan ini?
Sedang memiliki dan kehilangan akan menjadi satu paket dalam bingkisan Tuhan yang tak terdefinisikan ini.

Diposting oleh Ms. Avenue di 01.27 0 komentar  

Aku kangen SATU SMA

Kamis, 28 Juni 2012

Fifth Avenue sedang di Villa Putih
Fifth Avenue sedang lapar


Saya rindu sekali masa-masa awal putih abu-abu yang pernah saya dambakan bakal menyenangkan sekali. *Bangga karena jadi senior dan berasa udah bener sendiri.* Dan saya selalu mengece adek kecil saya karena dia terlihat begitu ringkih dan... tak berdaya. Ditambah, dia masih sabar pakai seragam kayak bendera Indonesia. *xoxo. Begitu bangganya saya jadi anak SMA. (´⌣`ʃƪ)     
Dan hal itu membikin saya tidak mau melewatkan momen-momen terindah masa satu SMA setahun silam. Berbagai perubahan saya alami namun yang tetap cuma satu. Kenarsisan.
Narsis sendiri ternyata punya sejarah sendiri lhoooh. Tentang cerita Pangeran Narsisius yang bangga banget ngelihat pantulan mukanya di danau, terus dia ngejar-ngejar bayangannya sendiri,terus..... *apa ya? Saya lupa gimana ceritanya yang bener. Saya sukanya lupa kalau habis baca cerita begituan :) hehe.* Pokoknya, Pangeran Narsisius akhirnya tercebur di danau tersebut dan tenggelam dan akhirnya, raib disana. *Nggak ada ekskul atau pelatihan renang, mungkin ya.*
Naas sekali. Saya turut berduka cita. Tapi, dengan sejarah itu, saya jadi bisa ambil pelajaran untuk nggak ngaca di atas air. Karna air bukan kaca. *hala.hala. Tapi, kalaupun iya, saya nggak bakal ngejar-ngejar bayangan muka saya sendiri sampai tercebur begitu. *lebaysekali. Tapi, terima kasih deh Pangeran Narsisius, saya jadi terinspirasi untuk lebih berhati-hati :)
Nah, di masa satu SMA itu sendiri, narsis saya tetep aja nggak berubah. Malah semakin melonjak drastis grafik berubahnya. Makin narsis gitu maksud saya. Dan saya nggak peduli di cengar-cengirin sama orang yang nggak dikenal kalau jeprat-jepret di food court, atau depan toilet ber-sign ladies, misalnya. Dan nggak peduli hasil bidikan itu tepat atau bagus atau photogenic atau apalah, yang penting hepi. *mwahahaha.
Dan di folder laptop saya, banyak sekali foto narsis satu periode selama kelas sepuluh. Dan saya nggak segan-segan buat nambah lagi dengan kenarsisan saya walaupun nggak sesering kelas satu. Toh lama-lama juga hilang-hilang sendiri, dengan seiring berjalannya waktu *dan tentunya dengan seiring bertambahnya usia*. Jadi, waktu sudah kepala dua,atau tiga, atau empat, atau lima nanti, saya masih bisa buka kembali folder-folder kenarsisan yang saya simpan baik-baik di dalam laptop. Kenangan narsis yang mungkin akan menjadi babak terindah saat kita sudah tidak lagi ABG atau remaja atau beranjak dewasa.
Dan saya, akan pamer pada buah hati saya nanti,
" Lihat, dear. Bunda dulu cantik sekali, bukan? Tapi, jangan sering-sering ambil gambar muka seperti bunda dulu ya, nanti cantiknya kamu cepet hilang, sayang.:*. Mwa! "
Alasan sederhana seperti itu, kayaknya cocok untuk dilontarkan, waktu buah hati saya nanti terkagum-kagum lihat foto-foto ibunya yang manis dan cantik-cantik. *yayaya.
Karena, nantinya saya nggak bakal tahu, teknologi apa yang lebih sophisticated untuk membidik dan mengambil gambar di era anak-cucu kita nanti untuk berlagak narsis seperti anak muda jaman sekarang. *Saya termasuk bagiannya yang narsis. :D
Saya RINDU satu SMA dengan segala kenarsisannya(ʃƪ♥ﻬ♥)  












Diposting oleh Ms. Avenue di 04.15 0 komentar  

Ms.Slordig (´._.`)\('́⌣'̀ )

Apa aja deh titel dan label yang melekat atau dilekatkan pada diriku, aku terima apa adanya, saudara/i. *tawakal dan pasrah. Apa coba?
1. Aku nggak pernah absen dapet panggilan terhormat yang khusus buat bersihin barang-barangku yang ada di segala penjuru kamar dan penjuru kelas. Dan dodolnya, aku masih sempet berbisik sama diriku sendiri, "Kok barangku bisa ada disini ya?" . Dan hal itu cukup membuat temen-temen yang lain mengelus dada. *Sabar ya, punya temen seperti aku.
2. Aku nggak suka lihat barang-barangku rapi, contohnya aja : buku dan tulisan.
>>" Haniiiip! Tulisanmu kayak gajah! Temen-temen lain cuma butuh satu lembar buat nulis, tapi kamunya lima lembar!"
>>"Haniiiip! Tanganmu diem,dong! Kertasnya jangan dikruwel-kruwel gitu. Nanti bukunya jadi lecet."
    Kadang, aku juga iba lihat rasa prihatinnya mereka sama diriku yang messy. Udah mendarah daging mungkin ya. Dari masih polos dan nggak tahu apa-apa, hobi aku yaa corat-coret nggak jelas di buku pelajaran. Apalagi buku catatan sekolah. Apalagi,apalagi kalau ada kertas keleleran dan udah nggak dipake lagi. Ditambah, jariku ini nggak bisa diem kalo udah megang bubur kayu! *Nggak tahu napa. Rasanya ketagihan gitu kruwel-kruwel kertas nggak jelas.
Nggak heran, jarang ada yang minjem buku catatanku kalau emang gak urgent dan kepaksa. *hihihi.
" Nggak ah, nip. Nanti takutnya buku kamu sobek kalau aku pinjem,"
begitu lah kiranya alasan mereka tiap aku tanya, " Kenapa nggak jadi minjem?" .
Sebenernya, alasan utama mereka sebernanya adalah, mereka nggak bisa belajar kalau buku-bukunya nggak rapi dan tulisannya menari kemana-mana. *seperti buku dan tulisanku.
Hanya saja, mereka nggak mau menyakiti hatiku yang udah jelas-jelas berbeda jauuuuh sama mereka.
*Mereka baik sekali ya? ◦^⌣^◦​ 
Nah, itu alasannya aku juga jarang minjem bukunya mereka kalau nggak urgent dan kepepet juga. Soalnya aku nggak bisa juga belajar kalau bukunya rapi dan tulisannya tertata. *sulit masuk dan dipahami. <<itu kasusku.
Jadi, jangan kaget kalau lihat catatanku pada modar semua. Karena, begitulah caraku belajar. Memang aneh dan beda dari yang lain. *Maafkan saya, Ta`lim Muta`aliim..<tidak mengindahkan perkataan beliau-beliau terdahulu> >,>,> . Yah, apa boleh buat. Saya nggak bisa  diajak tertata. Tapi saya akan berusaha keras untuk itu. Karena, saya harap, saya bisa mendekor rumah saya sendiri dan melihat segala sesuatunya tertata rapi suatu saat nanti (saat saya sudah berkeluarga). Karena, saya nggak pingin lihat anak saya messy juga seperti ibunya. 
(ˆ⌣ˆ ) *Saya harap, misi saya akan berhasil untuk berubah dari Ms.Slordig menjadi Ms.Organizer. 

:)Sampai jumpa!



Diposting oleh Ms. Avenue di 03.16 0 komentar  

Future *Lalalala.

Rabu, 27 Juni 2012

Bicara soal mimpi dan harapan, memang gak ada habisnya. Ditambah lagi, hobi saya yang senengnya mimpi. Entah itu memimpikan sebuah damba dan cita-cita atau mimpi dalam tidur. Hobinya saya bermimpi soalnya. Nah, karena itu kenapa saya sukanya berharap dan komat-kamit sendiri jika bicara soal mimpi. Entah itu, dapet erasmus mundus lah, fellowship go to abroad lah, untung-untung juga rejeki nomplok buat pergi dan hang out ke Manhattan buat nyambangi Fifth Avenue.
ƪ(˘⌣˘)┐ ***Kaya mendadak.***
Mimpiku gak muluk- muluk kok :) *Emang yang muluk-muluk itu yang seperti sih?
Pingin ke luar negeri dan belajar sastra disana. Dan nggak ketemu lagi sama teori hitung-hitung yang nggak jodoh banget sama hidupku. ◦^⌣^◦​ Sedang, saya juga orangnya agak oportunis retoris. Pingin ambil yang enaknya aja. Tapi, emang bermimpi nggak ada yang nggak enak. Semuanya terasa melenakan.  Berasa ditimang-timang disana, sampai-sampai aku jadi keranjingan mimpi, a.k.a.lebih sering bermimpi daripada belajar. *Ngerjain soal-soal eksakta yang butuh pengurasan otak berlebihan. 
Nah, jangan ditiru ya. Itu salah satu kesalahan paradigma setelah baca quotationnya Albert Einstein.>> Imajinasi lebih luas daripada ilmu pengetahuan.
Nah, akhir-akhir ini baru saya tahu, bahwa kecerdasan sejati lebih luas daripada imajinasi. Yah,yah. Sudahlah, bukan masalah yang berarti. Jadi, nggak selalu saya pikirkan.
Sudah lama, nggak nyentuh jurnal tentang mimpi. Dulu, waktu masih kelas satu SMA, setiap malem, seringnya buka-buka jurnal impian walau nulisnya cuma satu kalimat. Seperti contoh, Oxford,i`ll be coming as soon as possible. 
Berhubung, saya pingin banget punya foto wisuda bareng-bareng sama mahasiswa oxfordpress university lainnya (tentunya setelah menuntaskan prodi di univ.oxford--Oxfordshire). (´⌣`ʃƪ) Semogaaa..
Dan masih banyak lagi kata-kata penyemangat lain tentang mimpi-mimpi saya di jurnal sederhana itu. Tapi nggak tahu sekarang pergi kemana... *nggak primpen sih. 
Padahal, banyak sekali fondasi-fondasi mimpi yang saya kumpulkan dalam jurnal sederhana yang saya beli di koperasi pondok saya setahun silam itu. 
Dan sekarang, saya sedang dan sudah menyusun kembali puing-puing semangat dan mimpi-mimpi saya waktu kelas satu SMA dulu. *masa-masa anak polos yang rajin.
Walaupun, saya sudah tahu jelas apa yang menjadi *sesuatu yang saya bisa lakukan dengan baik dan tanpa paksaan* seperti belajar IPS dan bahasa + menulis dan corat-coret nggak jelas + saya sudah tahu jelas apa yang akan saya tuju (universitas dan prodi) setelah lulus SMA nanti + visualisasi tentang pekerjaan apa yang mejadi target saya, tapi teteuup saja. Saya semakin hari semakin takut menatap masa depan. *suram.
Butuh mental yang kuat untuk menghadapi segala terpaan dan cobaan esok hari.
Tapi, esok hari adalah hak Allah. Siapapun nggak ada hak buat nge-judge dirinya seperti apa.
Tapi, satu yang saya percaya akan semua hal yang sudah saya lalui, termasuk mimpi-mimpi dan harapan esok hari,
segala sesuatunya terjadi karena sebuah alasan. Dan di bagi-Nya, itulah yang terbaik.

Diposting oleh Ms. Avenue di 22.27 0 komentar  

Just wanna cry. And i do not know why...(⌣́_⌣̀٥)

Aku rindu menangis. *Dunia harus tahu aku lagi alay.
Tapi sumpah, for a god sake. Pingin nangis! Ayolaaah, duhai air mata... Keluaaar!!! (•̯͡.•̯͡)
Betapapun sepele atau beratnya masalah, ternyata bukan jadi indikasi keluarnya air mata! Itu kasusku.
Dicemburui, dibenci, sendirian, bullied, didiemin, semuanya berjalan biasa-biasa aja. Paling banter juga mojok, nekuk-nekuk wajah,nulis-nulis, sambil ngedengerin lagu di MP dan gak hiraukan yang lain nyapa.<<Modelku kalau lagi bete (>ω<).
Tapi, tetep aja. Satu yang aku harapin nggak muncul-muncul. Aku nggak nangis!
Ada lagi,
pernah ada masalah dalam organisasi yang sempet memukulku telak. Bikin aku nangis sih. Tapi nggak sampe lima belas menit. *Iya, aku nangis sambil lihatin tangan dan jam tangan yang melingkar apik di tangan kiriku. (susah banget ngomongnya)
Setelah itu, aku berubah jadi manusia yang enjoy banget dapet masalah. *Sudah kulino sih.
Apapun yang bikin aku bete, marah, sebel, bad mood ga jelas, gak bisa bikin aku sampai nangis.
Kenapaaaa?Aku juga nggak tahu kenapa... (˘̯˘ ) Padahal, jauh dari dalam lubuk hati.*apaaa deh.
Aku pingin banget nangis.
Nggak peduli ada yang ngejekin, "aih, udah gede, kok nangis?" . "Cengeng..." . "Gitu aja kok nangis...,"
ˆ⌣ˆ Ndaaah, beruntung deh bagi siapa aja yang sering nangis.
Soalnya, kata Bapak Guru, nangis itu buang toksin apaa gitu lewat air mata. Plus plus, nangis itu bikin hati kita melunak, nggak keras kayak batu. a.k.a. kita sadar sebagai makhluk-Nya yang lemah dan nggak sombong.
Mungkin itu aja yang bisa aku share soal "pingin nangisnya aku" yang nggak tertahan.
Aku nangis dulu yaaa.(~˘o˘)~    


Diposting oleh Ms. Avenue di 20.01 0 komentar  

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod

Work under CC License.

Creative Commons License