| Fifth Avenue sedang di Villa Putih |
![]() | ||
| Fifth Avenue sedang lapar |
Saya rindu sekali masa-masa awal putih abu-abu yang pernah saya dambakan bakal menyenangkan sekali. *Bangga karena jadi senior dan berasa udah bener sendiri.* Dan saya selalu mengece adek kecil saya karena dia terlihat begitu ringkih dan... tak berdaya. Ditambah, dia masih sabar pakai seragam kayak bendera Indonesia. *xoxo. Begitu bangganya saya jadi anak SMA. (´⌣`ʃƪ)
Dan hal itu membikin saya tidak mau melewatkan momen-momen terindah masa satu SMA setahun silam. Berbagai perubahan saya alami namun yang tetap cuma satu. Kenarsisan.
Narsis sendiri ternyata punya sejarah sendiri lhoooh. Tentang cerita Pangeran Narsisius yang bangga banget ngelihat pantulan mukanya di danau, terus dia ngejar-ngejar bayangannya sendiri,terus..... *apa ya? Saya lupa gimana ceritanya yang bener. Saya sukanya lupa kalau habis baca cerita begituan :) hehe.* Pokoknya, Pangeran Narsisius akhirnya tercebur di danau tersebut dan tenggelam dan akhirnya, raib disana. *Nggak ada ekskul atau pelatihan renang, mungkin ya.*
Naas sekali. Saya turut berduka cita. Tapi, dengan sejarah itu, saya jadi bisa ambil pelajaran untuk nggak ngaca di atas air. Karna air bukan kaca. *hala.hala. Tapi, kalaupun iya, saya nggak bakal ngejar-ngejar bayangan muka saya sendiri sampai tercebur begitu. *lebaysekali. Tapi, terima kasih deh Pangeran Narsisius, saya jadi terinspirasi untuk lebih berhati-hati :)
Nah, di masa satu SMA itu sendiri, narsis saya tetep aja nggak berubah. Malah semakin melonjak drastis grafik berubahnya. Makin narsis gitu maksud saya. Dan saya nggak peduli di cengar-cengirin sama orang yang nggak dikenal kalau jeprat-jepret di food court, atau depan toilet ber-sign ladies, misalnya. Dan nggak peduli hasil bidikan itu tepat atau bagus atau photogenic atau apalah, yang penting hepi. *mwahahaha.
Dan di folder laptop saya, banyak sekali foto narsis satu periode selama kelas sepuluh. Dan saya nggak segan-segan buat nambah lagi dengan kenarsisan saya walaupun nggak sesering kelas satu. Toh lama-lama juga hilang-hilang sendiri, dengan seiring berjalannya waktu *dan tentunya dengan seiring bertambahnya usia*. Jadi, waktu sudah kepala dua,atau tiga, atau empat, atau lima nanti, saya masih bisa buka kembali folder-folder kenarsisan yang saya simpan baik-baik di dalam laptop. Kenangan narsis yang mungkin akan menjadi babak terindah saat kita sudah tidak lagi ABG atau remaja atau beranjak dewasa.
Dan saya, akan pamer pada buah hati saya nanti,
" Lihat, dear. Bunda dulu cantik sekali, bukan? Tapi, jangan sering-sering ambil gambar muka seperti bunda dulu ya, nanti cantiknya kamu cepet hilang, sayang.:*. Mwa! "
Alasan sederhana seperti itu, kayaknya cocok untuk dilontarkan, waktu buah hati saya nanti terkagum-kagum lihat foto-foto ibunya yang manis dan cantik-cantik. *yayaya.
Karena, nantinya saya nggak bakal tahu, teknologi apa yang lebih sophisticated untuk membidik dan mengambil gambar di era anak-cucu kita nanti untuk berlagak narsis seperti anak muda jaman sekarang. *Saya termasuk bagiannya yang narsis. :D
Saya RINDU satu SMA dengan segala kenarsisannya(ʃƪ♥ﻬ♥)


0 komentar:
Posting Komentar