Aku rindu menangis. *Dunia harus tahu aku lagi alay.
Tapi sumpah, for a god sake. Pingin nangis! Ayolaaah, duhai air mata... Keluaaar!!! (•̯͡.•̯͡)
Betapapun sepele atau beratnya masalah, ternyata bukan jadi indikasi keluarnya air mata! Itu kasusku.
Dicemburui, dibenci, sendirian, bullied, didiemin, semuanya berjalan biasa-biasa aja. Paling banter juga mojok, nekuk-nekuk wajah,nulis-nulis, sambil ngedengerin lagu di MP dan gak hiraukan yang lain nyapa.<<Modelku kalau lagi bete (>ω<).
Tapi, tetep aja. Satu yang aku harapin nggak muncul-muncul. Aku nggak nangis!
Ada lagi,
pernah ada masalah dalam organisasi yang sempet memukulku telak. Bikin aku nangis sih. Tapi nggak sampe lima belas menit. *Iya, aku nangis sambil lihatin tangan dan jam tangan yang melingkar apik di tangan kiriku. (susah banget ngomongnya)
Setelah itu, aku berubah jadi manusia yang enjoy banget dapet masalah. *Sudah kulino sih.
Apapun yang bikin aku bete, marah, sebel, bad mood ga jelas, gak bisa bikin aku sampai nangis.
Kenapaaaa?Aku juga nggak tahu kenapa... (˘̯˘ ) Padahal, jauh dari dalam lubuk hati.*apaaa deh.
Aku pingin banget nangis.
Nggak peduli ada yang ngejekin, "aih, udah gede, kok nangis?" . "Cengeng..." . "Gitu aja kok nangis...,"
ˆ⌣ˆ Ndaaah, beruntung deh bagi siapa aja yang sering nangis.
Soalnya, kata Bapak Guru, nangis itu buang toksin apaa gitu lewat air mata. Plus plus, nangis itu bikin hati kita melunak, nggak keras kayak batu. a.k.a. kita sadar sebagai makhluk-Nya yang lemah dan nggak sombong.
Mungkin itu aja yang bisa aku share soal "pingin nangisnya aku" yang nggak tertahan.
Aku nangis dulu yaaa.(~˘o˘)~
Just wanna cry. And i do not know why...(⌣́_⌣̀٥)
Rabu, 27 Juni 2012
Diposting oleh Ms. Avenue di 20.01
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar